Home / Berita Utama / Ketua DAK Sebut Pelaksanaan Program MBG di Kaimana Perlu Dievaluasi 

Ketua DAK Sebut Pelaksanaan Program MBG di Kaimana Perlu Dievaluasi 

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kaimana perlu dievaluasi, terutama berkaitan dengan masalah gizi dan nutrisi, serta belum adanya pemanfaatan potensi pangan lokal sebagai menu alternatif sekaligus dalam rangka menggerakan ekonomi masyarakat.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Adat Kaimana (DAK), Lewi Oruw menyoal penyelenggaraan program makan bergizi gratis di Kabupaten Kaimana yang terkesan tidak berpihak kepada masyarakat lokal dan belum menyentuh semua anak.

Menurut Lewi Oruw, tujuan Presiden menghadirkan program ini adalah bagaimana menggerakan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan pangan lokal seperti sayur mayur atau hasil pertanian lainnya sebagai pengganti nasi.

Baca Juga:  Total Dana Desa 2019 Papua Barat 1,5 Triliun, Jatah Kaimana 94,2 Miliar

“Mestinya dari awal harus dipikirkan dampak terhadap perekonomian masyarakat, seperti apa keterlibatan masyarakat dalam program ini, melalui pemanfaatan pangan lokal. Ini yang harus menjadi fokus perhatian, sehingga tidak salah ketika beberapa kali kegiatan, termasuk pada Musrenbang RPJMD waktu lalu, sempat ada yang mengeluhkan masalah ini,” ujar Lewi saat ditemui di Kampung Coa pekan lalu.

Dikatakan, selain mempertimbangkan dampak bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, program MBG juga harus mempertimbangkan masalah gizi maupun nutrisi yang harus dipenuhi dan yang menjadi kebutuhan anak-anak penerima manfaat.

“Sebenarnya gizi saja tidak cukup, perlu ada nutrisi atau suplemen yang ditambahkan untuk melengkapi asupan makanan yang diberikan kepada anak-anak supaya makanan yang diberikan tercerna dengan baik. Ini penting karena salah satu tujuan dari program ini adalah bagaimana menciptakan generasi bangsa yang sehat dan cerdas,” ungkap Lewi.

Baca Juga:  Tahun Ini, Dinas PPKP Kaimana akan Tuntaskan Proses Pembebasan Lahan di Area Pasar Baru

Ia lebih jauh juga berharap agar program makan bergizi gratis ini secepatnya menjangkau semua anak di Kabupaten Kaimana mulai dari kota hingga kampung-kampung.

“Kampung-kampung itu mestinya harus sudah terlayani semua. Tetapi memang masalah kita di Kaimana ini ada yang harus lewat laut, sehingga ini menjadi PR besar bagi pemerintah dalam hal ini pengelola makan bergizi gratis,” pungkasnya. |isw|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Pelaku Usaha di Kaimana Kurang Patuh Laporkan Perkembangan Penanaman Modal

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Jumlah investasi yang terdata dalam Online Single Submission (OSS) atau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *