
MASYARAKAT kota Kaimana kembali meminta Pemerintah Daerah agar segera memperbaiki kerusakan pada ruas jalan satu arah dari tugu lumba-lumba menuju kota.
Pasalnya kerusakan pada ruas jalan tersebut sudah semakin parah, dimana terdapat empat titik krusial yang harus segera ditangani, belum termasuk titik lainnya yang juga mengganggu kenyamanan saat berlalulintas.
“Jalur tugu lumba-lumba menuju kota itu makin hari makin parah. Pemerintah ada perhatian atau tidak terhadap ruas jalan itu. Kalau memang mau terapkan sistim satu arah, jalannya harus disiapkan, jangan dibiarkan rusak seperti itu. Pemerintah mungkin tidak merasa terganggu karena mobilnya mewah tapi kita masyarakat ini yang susah. Tolong itu diperbaiki,” ungkap Usman mewakili warga lainnya.
Untuk diketahui, masalah ini sesungguhnya pernah disoroti DPRD Kaimana, karena keluhan warga terkait kerusakan jalan belum juga mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Melalui sejumlah fraksi pada rapat paripurna penetapan APBD Tahun 2019, DPRD meminta Pemerintah Daerah agar memperhatikan dan memperbaiki kerusakan ruas jalan satu arah dari tugu lumba-lumba menuju kota.
“Terkait jalan belakang dari tugu lumba-lumba menuju kebun kelapa, agar perlu adanya perhatian Pemerintah Daerah karena ada beberapa titik yang cukup rawan,” saran Fraksi Kebangkitan Nurani Demokrasi.
Senada, Fraksi Partai Golkar juga meminta Pemerintah Daerah agar segera memperbaiki kerusakan pada ruas jalan tersebut, dengan anggaran yang dialokasikan melalui APBD Tahun Anggaran 2019 karena jalan tersebut merupakan jalan utama di kota Kaimana.
DPRD akui, keberadaan ruas jalan satu arah dari tugu lumba-lumba menuju kebun kelapa (kota) sangat representatif untuk mengurangi dampak kecelakaan lalulintas, dibanding hanya menggunakan satu jalur.
“Sejalan dengan pendapat fraksi Partai Golongan Karya, kami Fraksi Partai Amanat Nasional mendukung dan mendorong agar pembangunan jalan satu arah dari tugu lumba-lumba sampai jalan belakang kali sukun/PDAM menjadi prioritas pada APBD Tahun Anggaran 2019 karena merupakan jalan utama,” ujar anggota DPRD Rudi Sirua. |AWI|
RALAT:
Menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan informasi terkait jumlah senjata pada berita penyerahan senjata kepada Kodim 1804/Kaimana oleh warga sipil, yang dilansir kaimananews.com edisi Senin (27/5). Seharusnya hanya 1 (Satu) senjata, bukan 2 (dua).
Demikian, terima kasih
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik