
MEMUDAHKAN pengontrolan terhadap kehadiran siswa, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 (SMKN2) Kaimana mulai tahun pelajaran 2019/2020 ini, resmi menggunakan absensi elektronik barcode.
Mesin absensi elektronik siswa yang dirancang sendiri oleh pihak SMKN 2 ini menggunakan alat penghitung yakni barcode untuk memudahkan pihak sekolah melakukan identifikasi terkait kehadiran siswa-siswi di sekolah.
Ahmad Syarif Abdullah, S.Pd, guru perancang absensi elektrik barcode SMKN 2 mengatakan, absensi elektrik tersebut mempunyai beberapa kelebihan yakni untuk mempermudah guru dalam mengontrol siswa yang hadir. Mesin absensi ini tersambung dengan aplikasi khusus berupa layar kontrol yang bisa dipantau setiap saat.
“Kami telah menyambungkan beberapa perangkat dari absensi elektrik barcode ini dengan aplikasi khusus sehingga mempermudah para guru melakukan pengontrolan terhadap siswa. Dengan absensi elektrik ini, siswa akan sulit memanipulasi data kehadirannya di sekolah,” terang Ahmad, Jumat (5/7/2019).
Dijelaskan, Absensi Elektrik Barcode (AEB) ini, menyerupai absensi sidik jari. Namun untuk absensi sidik jari, kelemahannya dapat dimanipusali dengan menggunakan sidik jadi orang. Sementara absensi elektrik barcode ini menggunakan kartu pengenal siswa-siswi dan NIK. “Itu artinya hanya mereka yang memiliki kartu saja yang dapat mengakses alat ini,” ungkap Ahmad.
Kelebihan lain dari absensi elektronik barcode tambah Ahmad adalah, jika karti digesek akan keluar identitas siswa yang bersangkutan dilengkapi foto siswa sehingga memudahkan guru untuk mengenali siswa yang bersangkutan. Menurut Ahmad, absensi elektrik barcode ini telah dipakai oleh Kodim 1804 Kaimana untuk menertibkan anggotanya.
“Alat tersebut kami pasang perdana di Kodim 1804/Kaimana, sekalian mempromosikan hasil karya dari SMKN2. Sekarang Kodim 1804 Kaimana sedang menggunakan alat ini untuk mengontrol kehadiran anggota,” terangnya.
Laporan: David
Editor: Isabela Wisang
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik