
KURANG lebih dua tahun lamanya sejak tahun 2019 hingga saat ini, masyarakar Kampung Urisa, Distrik Arguni Bawah, tidak mendapatkan pelayanan kesehatan. Pelayanan hanya dilakukan seorang bidan namun hanya untuk kebutuhan obat tanpa penanganan medis lainnya.
Hal ini disampaikan Kepala Desa Urisa, Frans Baefa saat ditemui di Kampung Urisa, Minggu (6/6/2021). Dikatakan, tidak adanya pelayanan medis, membuat masyarakat yang sakit mengalami kesulitan.
“Ada satu bidan yang kawin dengan orang kampung sini, hanya saja pelayanan sampai saat ini tidak berjalan baik. Kalau masyarakat minta obat baru Bidan buka Pustu untuk kasih obat saja, setelah itu ditutup kembali. Kondisi ini sudah berlangsung selama 2 tahun, dan sudah ada 3 orang yang meninggal akibat terlambat pertolongan medis,” terang Frans Baefa.

Dikatakan, selama ini, masyarakat yang sangat membutuhkan pengobatan, terpaksa harus berlayar menggunakan longboat menuju Kampung Tanusan.
“Selama ini kami terpaksa harus berobat ke Kampung Tanusan. Itupun kalau disana ada perawat, kalau emergency terpaksa langsung ke kota,” terang Baefa.
Ia mengatakan, telah 3 kali melaporkan masalah ini kepada Pemerintah Daerah, dalam hal ini Dinas Kesehatan, termasuk saat salah satu warga Urisa meninggal dunia. Namun sampai hari ini, Dinas Kesehatan tidak pernah merespon.
“Sudah 3 kali kami ajukan, pertama oleh saya sendiri, lalu oleh sekretaris kampung. Tapi belum ada respon sama sekali. Setidaknya ada seorang perawat tetap yang ditempatkan untuk membantu kami masyarakat Urisa,” harapnya. |DAR|KN1|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik