Home / Berita Utama / Tahun Ini, Kasus HIV-AIDS Kaimana Bertambah 31 Orang, 174 Masih Lanjutkan Pengobatan

Tahun Ini, Kasus HIV-AIDS Kaimana Bertambah 31 Orang, 174 Masih Lanjutkan Pengobatan

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM- Jumlah Orang Dengan HIV-AIDS di Kabupaten Kaimana bertambah sebanyak 21 orang berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan sejak Januari hingga Mei 2023.

Jumlah ini menambah daftar ODHA Kaimana sejak tahun 2018 yang mencapai lebih dari 500 orang. Dari ratusan orang yang terdeteksi, hanya 174 yang masih melanjutkan pengobatan, sisanya selain meninggal dunia, ada pula yang tidak melanjutkan pengobatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana Jubair Rumakat, SKM disela Rapat Koordinasi Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA), Kamis (8/6/2023) menjelaskan, tambahan 31 orang ini berasal dari hasil pemeriksaan terhadap 848 ASN, 450 masyarakat umum, serta 174 ibu hamil.

Baca Juga:  Wanoma Gunakan Dana Desa Untuk Ini

Jubair merincikan, dari kegiatan pemeriksaan yang dilakukan di Puskesmas Kaimana terhadap 725 orang, ditemukan 29 orang positif HIV-AIDS. Sementara hasil pemeriksaan terhadap 83 orang yang dilakukan di RSUD Kaimana, ditemukan 2 orang positif HIV-AIDS.

Sehingga jumlah yang terinveksi HIV-AIDS sejak Januari hingga Mei 2023 lanjutnya, mencapai 31 orang. Jumlah ini tidak termasuk 174 orang pasien lama yang saat ini masih melanjutkan pengobatan.

Lebih lanjut, Mantan Kepala Puskesmas Kambala ini mengajak masyarakat Kaimana umumnya, untuk lebih hati-hati terhadap ancaman HIV-AIDS dengan tidak melakukan seks bebas yang memicu masuknya virus.

Baca Juga:  16 Kampung Persiapan Pemekaran di Kaimana Sudah Teregistrasi

Ia juga mengajak kaum muda Kaimana untuk tidak terjebak hal-hal negatif akibat perkembangan teknologi digitalisasi yang belakangan kian canggih. Disarankan agar hal buruk yang dipertontonkan melalui media sosial, tidak ditiru atau dipraktekan.

“Remaja memiliki tingkat resiko yang tinggi terpapar HIV-AIDS kalau tidak ditangani secara baik. Apalagi dunia sekarang yang serba canggih, melalui handphone anak-anak bisa melihat dunia luar, melihat video serta gambar tak senonoh. Ini membahayakan generasi muda yang berimbas ke pergaulan bebas. Kami sarankan agar orangtua bisa mengawasi,” pinta Jubair. |SMI|RED|  


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Juli Hingga Oktober, Papua Barat Berlakukan Pengurangan dan Penghapusan Sanksi Administrasi Pajak Ranmor

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Kepala Kantor UPT Samsat Kaimana, Andy Kusuma menegaskan bahwa Pemerintah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *