
KAIMANANEWS.COM- Bupati Kaimana, Freddy Thie menegaskan, proses seleksi calon Sekretaris Daerah Kabupaten Kaimana saat ini sementara berjalan. Oleh karenanya, Bupati meminta semua pihak untuk menghormati semua proses yang tengah berjalan, sambil menunggu Pansel (panitia seleksi) merekomendasikan 3 nama.
Bupati menyampaikan ini ketika menerima puluhan pendemo dari Angkatan Muda Anak Adat Kaimana (AMANA) di Halaman Kantor Bupati Kaimana, Kamis (2/12/2021). AMANA menuntut agar jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Kaimana diberikan kepada Orang Asli Kaimana (OAK), Abdul Rahim Furuada atau Arifin Sirfefa.
Bupati pada kesempatan tersebut menjelaskan, proses seleksi Calon Sekda Kaimana saat ini tengah berjalan. Seleksi sendiri dimulai dari tahapan pengumuman pada 12-14 November, pendaftaran 15-20 November dan tahapan seleksi sendiri yang diawali Assesment pada 23 November, penyampaian makalah 24 November dan presentasi makalah pada 25 November.
Seleksi calon Sekda Kaimana ini, demikian Bupati, diikuti oleh 4 dari 6 peserta yang mendaftar. Empat (4) calon Sekda dimaksud adalah Abdul Rahim Furuada, Arifin Sirfefa, Joice Tuanakota dan Donald R. Wakum.

“Proses seleksi Sekda sementara ini masih berjalan. Tugas dan tanggungjawab panitia seleksi adalah merekomendasikan 3 nama sesuai aturan yang berlaku. Jadi saya minta agar kita sama-sama menghormati proses ini karena secara aturan memang harus demikian,” tegas Bupati.
Terkait harapan dari aspirasi masyarakat adat, Bupati berjanji, akan membuka ruang untuk sama-sama membicarakan masalah aturan maupun kemampuan dari para calon Sekda yang nanti direkomendasikan oleh Pansel.
“Kami selalu buka diri untuk mendengar masukan dari seluruh masyarakat demi kemajuan Kabupaten Kaimana yang kita cintai bersama. Nanti saya akan mengundang masyarakat adat supaya kita bicara dari aspek aturan, kapabilitas dan kapasitas. Apa yang menjadi keinginan akan menjadi catatan untuk nanti kami bisa mengambil keputusan terbaik bagi negeri ini,” ujar Bupati.
Usai menyampaikan orasi lisan maupun tertulis dan mendengar langsung jawaban Bupati Kaimana, para pendemo yang dalam aksinya mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian, langsung meninggalkan lokasi aksi. |RED|KN1|


KAIMANA NEWS Media Informasi Publik