
TARI hadrat yang dipersembahkan umat Islam Kampung Adi Jaya, Distrik Buruway, turut meramaikan prosesi peresmian dan pemberkatan Gereja Katolik Stasi Santo Isidorus, Pulau Adi Jaya, Sabtu (29/5/2021).
Musik dan tari hadrat ini dibawakan saat penyambutan Uskup Mgr. Hilarion Datus Lega, Pr dan Bupati Freddy Thie bersama Wakil Bupati Hasbulla Furuada dan rombongan.
Pantauan Kaimana News.Com, kedatangan Bupati dan Wakil Bupati Kaimana untuk pertama kalinya ke wilayah ini pasca dilantik pada 26 April 2021, disambut antusias warga Adi Jaya.
Tepatnya di Kilometer 9, Bupati dan Wakil Bupati bersama Uskup yang didampingi para pastor, anggota DPRD Frans Amerbay dan lainnya, disambut musik dan tari hadrat yang dipersembahkan umat muslim, yang juga merupakan warga suku Koiwai Kampung Adi Jaya.
Tidak hanya hadrat, bahkan kedatangan Bupati dan rombongan pun disambut prosesi adat. Turun dari kendaraan yang mengangkut rombongan dari Kilo 2, Bupati bersama Uskup dan Wakil Bupati langsung menjalani sebuah ritual penyambutan mengetok bambu, diikuti prosesi menginjak piring yang diletakkan diatas karpet merah dan mencicipi sirih, pinang dan rokok.

Sesudahnya, dengan iringan musik dan tari hadrat, Bupati dan rombongan berjalan menuju lokasi Gereja Santo Isidorus yang berjarak kurang lebih 150 meter dari titik penjemputan.
Sebelum memasuki halaman gereja, Bupati bersama Uskup serta Wakil Bupati dan anggota DPRD Frans Amerbay kembali dua kali disambut dengan pengalungan bunga.
Kehadiran umat muslim Adi Jaya ditengah pesta gereja umat katolik ini, menggambarkan toleransi antar umat beragama di wilayah ini cukup tinggi.
Bahkan mereka tidak hanya sekedar hadir melakukan penjemputan, tetapi juga turut ambil bagian dalam perayaan misa pemberkatan dan resepsi yang dilaksanakan di halaman gereja.
Peresmian gereja sendiri ditandai pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Bupati Kaimana dan Uskup Hilarion, dilanjutkan dengan misa syukur yang dipadu dengan pemberian sakramen krisma kepada 42 peserta yang dipimpin langsung Uskup Hilarion.
Gereja ini sendiri mulai peletakan batu pertama pada 6 Oktober 2019. Namun kemudian pekerjaan terhenti karena dana belum mencukupi. Pekerjaan baru dilanjutkan pada 30 Maret 2020 setelah mendapat dukungan dana dari Pemerintah Daerah sebesar Rp.450 juta dan dari para donatur sebesar Rp.564 juta lebih.
Sehingga total dana yang digunakan untuk pembangunan gedung gereja berkapasitas penampungan kurang lebih 200 jiwa, termasuk pengadaan fasilitas pendukung adalah sebesar Rp.1.014.958.000.

Bupati Freddy Thie dalam sambutannya mengatakan, peresmian gereja ini terjadi karena adanya campur tangan Tuhan. Bupati juga mengatakan, gedung gereja yang diresmikan sangat luar biasa dan besar untuk ukuran sebuah pulau yang terpencil.
“Sebagai Pemerintah Daerah, saya mengucapkan selamat kepada bapak-ibu yang ada di stasi Santo Isidorus, Desa Adi Jaya. Kedepan gereja ini harap digunakan terus sebagai tempat memuji dan memuliakan kebesaran Tuhan,” ajaknya.
Kesempatan yang sama, Bupati juga menyampaikan rasa harunya ketika dijemput dengan musik dan tari hadrat oleh umat Islam, Adi Jaya. Ia berharap agar toleransi antar umat beragama di Kabupaten Kaimana yang diwariskan para leluhur tetap dipertahankan dan ditingkatkan.
“Saya tadi sangat terharu. Kita dari kilo 2 dijemput oleh basudara dari muslim dengan hadrat. Sebagai pemerintah daerah sudah tentu kita berharap budaya dari orangtua kita terdahulu dikala basudara dari kristen buat gereja basudara muslim juga bantu dan sebaliknya. Artinya bahwa kehidupan toleransi umat beragama di Kabupaten Kaimana ini perlu kita pertahankan dan kita tingkatkan. Kalau di Fakfak terkenal dengan satu tungku tiga batu, jangan kita orang Kaimana kalah. Kita harus menjadikan toleransi umat beragama di kabupaten ini termaju di Papua Barat,” ujarnya. |RED|KN1|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik