
SATU lagi produk makanan khas Kaimana yang bisa dinikmati kapan dan dimana saja, bahkan bisa dibawah pulang sebagai oleh-oleh buat keluarga.
Keripik Pisang Taromi Snack, itulah namanya. Produk makanan yang tersedia dalam tiga varian rasa tawar, manis dan balado pedas ini, diproduksi oleh dua kelompok ibu-ibu di Kampung Tanggaromi, Distrik Kaimana.
Produk makanan ringan yang pengolahannya dimulai empat bulan lalu ini, menunjukkan jati diri Kaimana sebagai kota penghasil pisang di Papua Barat.
Meskipun sistim pengolahannya masih menggunakan cara sederhana, namun hasil industri rumah tangga yang satu ini tidak kalah saing dengan produk makanan ringan lainnya.
Pengelola Taromi Snack, Sherly Makatita Namsau mengatakan, pembuatan keripik pisang ini berawal dari keinginan kaum perempuan Kampung Tanggaromi, memanfaatkan hasil pisang dari kebunnya masing-masing untuk peningkatan pendapatan keluarga.

“Supaya selain dijual mentah, sebagian kami olah untuk dijual dalam bentuk keripik,” ungkapnya saat ditemui KaimanaNews.Com di rumah produksi Taromi Snack, Kampung Tanggaromi.
Dijelaskan, keripik yang dihasilkan ini berasal dari pisang jenis padawaka dan pisang abu-abu, yang diolah dalam tiga varian rasa yakni tawar, manis dan balado pedas.
Diakui, awalnya pembuatan keripik pisang Taromi Snack ini, berada dibawah pendampingan beberapa dinas di lingkup Pemda Kaimana, yang juga ikut memberikan bantuan modal usaha berupa dana dan peralatan.
Namun seiring waktu berjalan, saat ini pembuatan keripik pisang Taromi Snack ini sudah dilakukan secara mandiri dibawah naungan Koperasi Iramaika.
“Sekarang kita belajar mandiri dibawah naungan Koperasi Iramaika. Kami yang terbagi dalam dua kelompok ini tugasnya hanya memproduksi, nanti yang jual pihak koperasi. Tapi saat kami lagi urus izin di BPOM,” terangnya.
Disinggung tentang harga produk, Sherly jelaskan, satu bungkus keripik dibandrol dengan harga Rp.30.000. Harga ini disepakati setelah memperhitungkan besaran biaya yang dikeluarkan untuk pembelian bahan pendukung dan pembuatan stiker kemasan.
Menutup keterangannya, alumni SMK Efata Kaimana ini berharap agar usaha mereka berkembang pesat, sehingga bisa memdatangkan peralatan produksi yang lebih modern, serta mendirikan rumah produksi sendiri terpisah dari rumah tinggal. |RED|KN1|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik