Home / Ekonomi Bisnis / TEKAD Kaimana Beri Pelatihan Bagi Fasilitator Baru

TEKAD Kaimana Beri Pelatihan Bagi Fasilitator Baru

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM- Tingkatkan kemampuan, Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) menggelar pelatihan bagi fasilitator baru tahun 2024, Senin (25/3/2024).

Koordinator TEKAD Kaimana, Sunaryo menuturkan pelatihan ditujukan bagi fasilitator baru, dengan pelatih yang didatangkan dari Kementerian Desa Dirjen PEI dan Balai Pelatihan Makasar.

“Pelatihan ini bertujuan memberikan penguatan serta pemahaman kepada fasilitator Tekad yang baru direkrut sebanyak 12 orang sesuai Surat Perintah Tugas (SPT). Setelah pelatihan ini fasilitator Tekad akan ditugaskan ke kampung-kampung,” ujarnya.

Ia berharap, setiap peserta dapat mengikuti pelatihan secara baik, agar dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat kepada masyarakat di kampung karena lokusnya lebih terarah kepada rumah tangga.

Baca Juga:  6 Bulan Dilanda Corona, Pedagang Sayur Keluhkan Pengunjung Sepi, Penghasilan Menurun

Dijelaskan, program Tekad untuk Kabupaten Kaimana difokuskan pada 4 Distrik yakni, Distrik Kaimana Kota, Distrik Arguni Bawah, Distrik Kambrauw dan Distrik Buruway.

Dengan adanya program Tekad ini lanjutnya, dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat terutama di kampung-kampung lokus tertinggal dengan cakupan sektor pertanian, perikanan serta usaha kecil dan menengah (UKM).

Senada, Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Kampung TEKAD Marlon Sianressy mengatakan, program Tekad masuk di wilayah Indonesia bagian timur berdasarkan hasil survei dari masing-masing perguruan tinggi di daerah asal.

Baca Juga:  Realisasi PAD Hingga Agustus 2022 Baru 52%, Kepala Bapenda Optimis Akhir Tahun Capai Target

Hasil survey kemudian ditindaklanjuti dengan kerjasama antara Kementerian Desa dengan Ivat untuk melakukan pengembangan ekonomi di tingkat kampung. “Lokus kami, pada tahap pertama 15 kampung di 4 Distrik yang telah dibina sejak 2021,” terang Marlon.

Ditambahkan, produk yang dikembangkan adalah produk unggulan, seperti abon ikan di Kampung Namatota, minyak kelapa di Kampung Adijaya dan Wamesa, serta budidaya taripang di Kampung Maimai.

“Dengan adanya program Tekad, masyarakat bisa melakukan pengembangan ekonomi di tingkat kampung secara mandiri dan berkesinambungan,” pungkasnya. |SMI|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Dinas Perikanan Kaimana Siap Dirikan Rumah Produksi Bagi Kelompok Usaha Pengolahan Ikan

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEW.COM – Dinas Perikanan Kabupaten Kaimana berencana mendirikan rumah/dapur produksi untuk produk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *