Home / Berita Utama / TERKABUL akan Konsentrasi pada Penyediaan Air Bersih

TERKABUL akan Konsentrasi pada Penyediaan Air Bersih

Bagikan Artikel ini:

SALAH satu program utama yang menjadi fokus perhatian pasangan Freddy Thie-Hasbullah Furuada (TERKABUL) jika terpilih memimpin Kaimana adalah penyediaan air bersih bagi masyarakat di kota hingga kampung-kampung.

Calon Bupati Freddy Thie menyampaikan ini ketika melakukan kampanye dengan sistim blusukan ke rumah-rumah warga. Cabup nomor urut 1 ini memilih blusukan ke rumah-rumah warga untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Dikatakan, air bersih merupakan salah satu kebutuhan vital masyarakat yang harus dipenuhi. Selama ini sebutnya, kebutuhan masyarakat akan air bersih tidak pernah terlayani dengan baik. Masyarakat hanya diberikan harapan melalui pemasangan pipa.

“Untuk misi penyempurnaan infrastruktur, konsentrasi pertama kami adalah pada air bersih. Kami menyadari air bersih ini merupakan kebutuhan vital masyarakat. Kabupaten Kaimana ini sudah berusia 17 tahun, tapi sampai hari ini belum ada air bersih,” ungkap Freddy Thie.

Baca Juga:  Dinas PPPA Kaimana Sosialisasi Standar Pelayanan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan

Dikatakan, air bersih yang dialirkan PDAM di wilayah kota, hanya dinikmati oleh beberapa rumah tangga. PDAM yang ada juga merupakan program Pemerintah Kabupaten Fakfak yang diturunkan ke Kaimana ketika masih berstatus distrik.

“Hanya ada sebagian masyarakat di wilayah kota yang menikmati air bersih dari PDAM. Padahal selama ini sering terlihat adanya pemasangan pipa, tapi kenapa tidak pernah dialiri air,” ujarnya.

Untuk itu ia berharap, bisa mendapat dukungan masyarakat pada 9 Desember nanti, sehingga program penyediaan air bersih bisa diimplementasikan. Dikatakan, menyediakan air bersih bagi masyarakat di kota dan kampung tidak lah sulit karena sumber airnya tersedia.

Baca Juga:  Tahun Ini, BPN Kaimana Targetkan Pengukuran 1.000 Bidang Tanah

“Kita sudah jalan di semua kampung. Ada kampung yang sumber airnya dekat, ada juga yang jauh. Kalau yang dekat, saya lihat hanya membutuhkan bak penampung lalu kita instalasi pipa untuk dialirkan ke rumah-rumah penduduk. Di kampung kan rumah warga berdekatan, paling jauh hanya 100-200 meter. Tidak susah pasang pipa, yang penting ada sumber airnya, supaya saudara kita di kampung juga bisa hidup lebih baik,” tutupnya. |DAR|KN1|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Juli Hingga Oktober, Papua Barat Berlakukan Pengurangan dan Penghapusan Sanksi Administrasi Pajak Ranmor

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Kepala Kantor UPT Samsat Kaimana, Andy Kusuma menegaskan bahwa Pemerintah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *