Home / Berita Utama / Terkesan Mangkrak, Ini Penjelasan Sekretaris Bappeda Kaimana Terkait Proyek Air Bersih Urisa

Terkesan Mangkrak, Ini Penjelasan Sekretaris Bappeda Kaimana Terkait Proyek Air Bersih Urisa

Bagikan Artikel ini:

TUMPUKAN pipa panjang tampak membentang di ruas jalan setapak Kampung Urisa. Tumpukan pipa ini konon merupakan bahan material untuk pembangunan air bersih Kampung Urisa bekerjasama dengan donatur dari Perancis.

Dan pipa ini sudah lama dibiarkan berlabuh disisi jalan. Sementara proyek air bersih sendiri, hingga saat ini belum ada tanda-tanda untuk dilanjutkan sejak pembangunan tahap pertama pada tahun 2019.

Terkait masalah ini, Sekretaris Bappeda-Litbang Kabupaten Kaimana, Akbar Sofyan Inan, S.IP, MIPS saat ditemui Kaimana News.Com di Ruang Kerjanya, Selasa (7/9/2021) mengatakan, pembangunan tetap dilanjutkan, namun terhenti karena faktor tunggal Covid-19.

Ia kemudian bertutur, Pemerintah Kabupaten Kaimana pada beberapa tahun lalu melakukan kesepakatan kerjasama atau MoU (Memorandum of Understanding) dengan pihak Perancis untuk penyediaan air bersih di Kampung Urisa, Distrik Teluk Arguni.

Kerjasama ini terjalin sebagai tindaklanjut dari kegiatan Ekspedisi Lengguru yang dilakukan tim peneliti dari Perancis, dimana salah satu wilayah yang ikut diteliti adalah potensi air bersih Kampung Urisa.

Dari penelitian ini, Pemerintah Kabupaten Kaimana menginginkan agar ada umpan balik (feedback) dari kegiatan ekspedisi dengan meminta pihak Perancis membangun air bersih di Kampung Urisa.

Baca Juga:  Terakhir Layani Kaimana, KM Dorolonda Angkut 800 Lebih Penumpang

“Program air bersih kampung urisa ini merupakan follow up dari MoU antara Pemkab Kaimana dengan pihak Perancis, dalam hal ini ada beberapa donor yang pernah berkunjung ke Kaimana melakukan ekpedisi Lengguru. Ada semacam permintaan dari Pemda Kaimana agar ada feedback. Dan kebetulan Urisa itu salah satu wilayah studi Lengguru waktu itu. Mereka amati di kampung itu ada potensi air bersih. Kemudian mereka desain program dan program penyediaan air bersih di Kampung Urisa ini dimulai sejak tahun 2019 sebagai tahap pertama,” terang Sofyan.

Lanjut dia, tahap kedua yang merupakan tahap penyelesaian, seharusnya dijalankan pada tahun 2020, namun tertunda karena pendemi Covid-19. Pada tahap ini, akan dilakukan instalasi pipa dari sumber air menuju recervoir untuk selanjutnya masuk ke instalasi rumah tangga. Program air bersih Kampung Urisa ini lanjut Sofyan, didesain selain melibatkan pekerja asing (warga Perancis), juga melibatkan masyarakat setempat.

“Ada beberapa orang Perancis yang ditunjuk untuk membantu, selain melibatkan masyarakat setempat. Program ini tidak terbengkalai, hanya belum dilanjutkan karena faktor tunggalnya Covid 19, apalagi melibatkan pihak asing yang memiliki standar tersendiri terkait Covid 19. Kami masih terus berkoordinasi dengan perwakilan mereka di Jakarta,” ujarnya.

Baca Juga:  Wabup Kaimana Hasbulla Furuada Resmikan Gereja GPI Kampung Gaka

Lebih jauh Sekretaris Bappeda juga menambahkan, proyek air Urisa ini tantangannya luar biasa. Dimana jarak dari titik air ke Kampung Urisa itu hampir 10 kilometer. Setelah berulangkali melakukan kajian, akhirnya didesain bahwa pipa sebagian besar akan melintas dalam air dan hanya sebagian kecil yang melewati darat untuk sampai ke recervoir.

“Posisi kita di Kaimana ini sangat siap, cuma untuk menyambungkan pipa sepanjang 10 kilo melewati air itu kan butuh ahli dari pihak Perancis itu. Proyek Urisa ini kita berharap dia jadi model pemberdayaan masyarakat. Bahwa konsep penyediaan air Urisa ini sebenarnya tidak berhenti di level airnya, tetapi bagaimana meningkatkan standar kesehatan masyarakat dan pemanfaatan air untuk rumah tangga dalam konteks ekonomi. Mimpi besarnya adalah Urisa memiliki BUMD yang akan menjual air ke kawasan teluk. Itu harapan kedepannya,” tutup pria yang biasa disapa Pangeran ini. |KN2|RED|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Juli Hingga Oktober, Papua Barat Berlakukan Pengurangan dan Penghapusan Sanksi Administrasi Pajak Ranmor

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Kepala Kantor UPT Samsat Kaimana, Andy Kusuma menegaskan bahwa Pemerintah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *