Home / Berita Utama / Wujudkan Amoris Laetitia, Ratusan Peserta MU Keuskupan Manokwari Sorong Berkumpul di Kaimana

Wujudkan Amoris Laetitia, Ratusan Peserta MU Keuskupan Manokwari Sorong Berkumpul di Kaimana

Bagikan Artikel ini:

KAIMANA- Lebih dari 165 pengurus gereja Katolik, perwakilan dari 26 paroki dan 1 pra paroki se-Keuskupan Manowari Sorong (KMS), berada di Kaimana dalam rangka menghadiri MU (Musyawarah Umat) ke-XXI.

Kegiatan rutin gereja Katolik se-Papua Barat yang digelar tiga tahun sekali ini, dibuka Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Masyarakat, SDM dan Perekonomian Setda Kaimana, Luther Rumpumbo, S.Pd, Senin (22/10/2018) malam. Pembukaan MU diawali misa syukur, dilanjutkan peresmian gua maria.

Hadir mendampingi peserta selama lima hari kegiatan, 22-26 Oktober 2018, Uskup Manokwari Sorong Mgr. Hilarion Datus Lega, Pr, para pastor paroki, biarawan-biarawati dalam wilayah Keuskupan Manokwari Sorong dan lainnya.

MU ke-XXI ini sendiri mengusung tema ‘Keluarga, Gereja Rumah Tangga’ dan sub tema ‘Mewujudnyatakan Amoris Laetitia/sukacita cinta.’ Terkait tema ini, Uskup Hilarion Datus Lega menjelaskan, tema ini mengandung makna bahwa pendampingan keluarga harus sungguh memperhitungkan sukacita dan kemurahan hati.

Baca Juga:  Bangunan Sejarah Peninggalan Perang di Bandara Utarom Akan Direlokasi

“Ini juga merupakan pesan yang teramat pokok yang dihembuskan Paus Fransiskus,” terang pemimpin umat Katolik se-Papua Barat ini. Dijelaskan, sukacita dan kemurahan hati tercermin kuat dalam tiga pilar utama dari sikap pastoral dalam pendampingan keluarga menurut Amoris Laetitia.

Pertama; pendampingan keluarga wajib memberikan tempat pada kasih Allah yang tanpa syarat. Kedua lanjut Uskup, pendampingan keluarga harus mengedepankan discernment alias pemilahan atas perbagai kasus dan situasi. Dan ketiga, pendampingan keluarga haruslah merangkul kelemahan.

Baca Juga:  18 Unit Sepeda Motor Terjaring Razia Ranmor Satlantas Polres Kaimana Gandeng POM AD

Ditegaskan, momentum pembelajaran dokumen Amoris Laetitia ini tidak boleh terlewatkan begitu saja, mengingat krusial dan pentingnya pendampingan keluarga-keluarga pada dewasa ini.

“Idealisme untuk menjadikan keluarga sebagai ‘sekolah pertama nilai-nilai kemanusiaan’ juga cita-cita besar untuk menjadikan keluarga sebagai ‘sekolah iman’ dan pada puncaknya mengharapkan keluarga-keluarga sebagai tempat bertumbuhnya ‘gereja rumah tangga atau ecclesia domestica, harus ditindaklanjuti,” tegasnya.

Uskup berharap, hasil akhir dari MU harus ditindaklanjuti. MU ungkapnya, bukan tempat untuk mencari kesalahan satu dengan yang lain, atau tempat untuk saling menjatuhkan, tetapi yang amat penting adalah semangat sukacita dan kerahiman dari Paus Fransiskus. (KN1)


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Bupati Kaimana Lepas Pawai Obor Menyambut Idul Adha 1447 Hijriah

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Bupati Kaimana, Drs. Hasan Achmad, M.Si melepas secara resmi kegiatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *