
MASIH tingginya minat masyarakat terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium, menjadi penyebab utama panjangnya antrian kendaraan di area SPBU Kaimana setiap pagi hingga siang hari.
Konsumen terpaksa antri karena pasokan premium dari Pertamina terus mengalami pengurangan, menyusul adanya kebijakan pemerintah pusat yang berencana menghapus BBM jenis premium dan menggantinya dengan jenis lainnya.
Manager SPBU PT. Senja Indah Persada Kaimana, Tofik Hamid menyampaikan ini saat dikonfirmasi terkait penyebab antrian kendaraan di SPBU.
Ditemui di area SPBU Krooy, Selasa (20/10/2020), Tofik mengatakan, antrian panjang yang sering terjadi akhir-akhir ini, disebabkan pengguna kendaraan di Kaimana masih memilih premium untuk kebutuhan kendaraannya karena harganya jauh lebih rendah dibanding pertamax.
Pendistribusian premium dari Pertamina ke SPBU juga hanya terjadi satu kali dalam sehari, yakni pada pagi hari, sehingga wajar jika banyak kendaraan antri pada jam tersebut.
“Premium ini kan sudah mulai dibatasi pasokannya oleh pemerintah. Kami di SPBU ini terima dari Pertamina itu hanya sekali setiap pagi hari. Karena masyarakat Kaimana juga pada umumnya masih memilih menggunakan premium, maka jangan heran kalau pagi sampai siang itu antriannya panjang,” terang Tofik.
Disisi lain ia menjelaskan, ada alternatif pilihan lain yang disiapkan pihak Pertamina maupun SPBU untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan BBM. Selain premium yang tinggal menunggu waktu untuk dicabut lanjutnya, ada juga BBM jenis Pertamax.
BBM pertamax ini lanjut Tofik, merupakan salah satu dari beberapa jenis BBM pengganti premium yang dianjurkan oleh pemerintah untuk digunakan. Karena selain bagus untuk mesin kendaraan, Pertamax juga tidak menimbulkan polusi udara dan merusak lingkungan.
“Sebenarnya selain premium, kita di Kaimaa ini juga menyediakan pertamax. Untuk pertamax ini, mau beli berapa banyak pun kita bisa layani. Tapi kalau premium/bensin, pasokan dari Pertamina itu sangat terbatas. Kalau yang diberikan Pertamina hanya sedikit, terus kami mau bikin bagaimana. Ini sudah yang menyebabkan kendaraan antri panjang, karena semua orang mau premium,” ungkap Tofik.
Ditambahkan, persoalan minimnya pasokan premium dan antrian panjang kendaraan di SPBU ini pernah disampaikan kepada DPRD Kaimana dalam rapat dengar pendapat dengan Pertamina dan SPBU.
“DPRD juga tahu masalah ini. Kami pernah menjelaskannya pada saat rapat dengar pendapat. Jadi kalau hari ini dipermasalahkan lagi, itu mungkin ada unsur lain,” pungkasnya. |TOB|KN1|

KAIMANA NEWS Media Informasi Publik