


UPACARA peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-75, Senin 17 Agustus 2020, dipastikan akan dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Kaimana.
Upacara yang biasanya dilaksanakan dengan sangat meriah di Stadion Triton Kaimana, dialihkan di Halaman kantor Bupati Kaimana karena pendemi Covid-19 yang belum kunjung redah.
Informasi yang dihimpoun media ini menyebutkan, upacara sendiri direncanakan hanya akan diikuti oleh perwakilan elemen masyarakat dan lembaga dengan jumlah yang sangat terbatas, sesuai kapasitas penampungan lapangan upacara di halaman Kantor Bupati Kaimana.
Selain jumlah peserta yang terbatas, upacara HUT RI kali ini juga hanya melibatkan 9 anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), yang keseluruhannya merupakan mantan anggota Paskibra Tahun 2019 (purna Paskibra).
Koordinator Pelatih Paskibra, Pelda Dede Kustiaman ketika dikonfirmasi disela pelatihan menjelaskan, 9 anggota purna Paskibra ini diambil dari beberapa sekolah SMA/SMK yang ada di Kota Kaimana.
“Karena lagi adanya wabah Covid, sehingga jumlah Paskibra kita kurangi hanya sebanyak 9 orang,” ungkap anggota Kodim 1804/Kaimana ini, Kamis (13/11/2020) petang.
Mereka terdiri dari; Thomas Soryk, Febiola Fransiska Wania, Fina Berliana, Julian Flora Farneubun, Yulianus Ande Titilolobi, Aslan, Firdaus Umar, Baharudin Rumakat dan Muhammad Zulkifli.
Dari 9 orang ini, yang akan melaksanakan tugas penaikan bendera adalah; Febiola Fransiska Wania selaku pembawa baki bendera, didampingi Firdaus Umar dan Muhammad Zulkifli selaku pengibar bendera.
Sementara pada penurunan bendera petang hari, pembawa baki bendera dipercayakan kepada Julian Flora Farneubun, didampingi Yulianus Andre dan Aslan. Sedangkan tiga lainnya, masuk sebagai cadangan.
“Dari jumlah 9 orang ini, 3 masuk sebagai cadangan. Tapi semua mereka mengikuti latihan yang sama, supaya ketika dibutuhkan semua sudah siap. Pelatihan sendiri baru berjalan beberapa pekan karena mereka ini sesungguhnya merupakan purna Paskibra tahun 2019 yang akibat Covid kita undang kembali untuk memudahkan persiapan karena mereka juga hanya membutuhkan adaptasi lokasi,” pungkas Dede. |DAR|AWI|













KAIMANA NEWS Media Informasi Publik