Home / Berita Utama / Kaimana Berpotensi Hasilkan Bawang Merah Berkualitas

Kaimana Berpotensi Hasilkan Bawang Merah Berkualitas

Bagikan Artikel ini:

STRUKTUR tanah Kaimana ternyata sangat cocok dan berpotensi menghasilkan bawang merah dengan hasil buah yang berkualitas. Hal ini dibuktikan oleh sejumlah warga pembudi daya bawang merah yang mengembangkan usahanya di lokasi Kampung Trikora dan Coa, Distrik Kaimana.

Junaidi, salah satu pembudi daya bawang merah yang ditemui Kaimana News di kebun miliknya, Sabtu (2/5/2020) mengatakan, mengembangkan tanaman bawang di Kaimana tidak lah sulit karena struktur tanahnya cukup bagus dan cocok untuk ditanami bawang.

Namun yang menjadi kendala selama ini akunya, adalah faktor cuaca, dimana jika tidak turun hujan, pihaknya akan kesulitan mendapatkan air. Hal ini dikarenakan sifat tanaman bawang merah ini, membutuhkan air yang banyak. Tanaman bawang merah tidak bisa hidup jika tanahnya terlampau kering.

Selain kesulitan air, persoalan lain yang juga dihadapi adalah peluang pasar yang sangat kecil, karena masyarakat Kaimana lebih cenderung atau sudah terbiasa mengkonsumsi bawang dari luar dibanding bawang lokal yang dihasilkan tanpa menggunakan banyak pestisida.

“Kalau soal struktur tanah, Kaimana ini sangat bagus untuk kembangkan bawang merah. Kendalanya hanya di faktor cuaca, kalau hujannya bagus buahnya banyak, kalau kering hasilnya sedikit. Selama ini kalau pas tumbuh tiba-tiba kering, kami terpaksa gali sumur. Kendala lainnya itu faktor pasar, kami kesulitan untuk pasarkan karena masyarakat lebih memilih beli bawang dari luar,” ungkap Junaidi yang biasa disapa Bapa Iyan ini.

Baca Juga:  Dewan Pers Uji Publik Rancangan Dana Jurnalisme, SMSI Dorong Pengelolaan Oleh Lembaga Independen

Dikatakan, jika ditekuni dengan baik dan didukung peluang pasar yang menjanjikan, Kaimana sesungguhnya tidak akan kesulitan mendapatkan bawang merah. Kebutuhan masyarakat akan bawang merah bisa terpenuhi dari hasil budi daya petani lokal.

Untuk pengembangan bawang lanjutnya, hanya membutuhkan waktu kurang lebih dua bulan, sejak bawang mulai ditanam hingga panen. Namun disisi lain, Junaidi mengakui, pengembangan bawang membutuhkan modal besar karena bibitnya mahal dan harus didatangkan dari luar.

“Kami sudah beberapa kali kembangkan bawang merah. Jangka waktu pengembangannya dari tanam sampai panen itu cuma sekitar dua bulan. Tapi memang butuh modal besar karena bibitnya juga mahal dan kami harus datangkan dari luar, dari Enrekang Sulawesi Selatan,” terang dia.

Disinggung berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk sekali mengembangkan bawang merah, Junaidi mengatakan, dana yang dikeluarkan tergantung berapa banyak bibit yang didatangkan, ditambah biaya obat dan pupuk.

Baca Juga:  Kelola Dana 6,1 M, FSKN DPRK Kaimana Minta Bapenda Bekerja Lebih Giat Tingkatkan PAD

Untuk pengembangan saat ini lanjutnya, pihaknya mendatangkan bibit bawang merah sebanyak 300 kilo gram dengan total biaya yang dikeluarkan Rp.30.000.000. Dari jumlah 300 kilo gram ini lanjutnya, jika kondisi cuaca bagus maka bisa menghasilkan 3 ton bawang.

“Kalau cuaca bagus dalam arti hujannya banyak, dari 300 kilo bibit ini sebenarnya bisa menghasilkan 3 ton bawang merah. Tapi selama ini jarang sampai angka 3 ton karena itu tadi, semua tergantung cuaca,” ujar Junaidi yang biasa menjual bawang  di kios miliknya depan Balai Kampung Trikora.

Ia berharap, kedepan Pemerintah Daerah bisa melakukan keberpihakan dengan membuka ruang bagi produk bawang merah lokal yang dihasilkan petani Kaimana menguasai pasar, disamping membantu pupuk dan obat-obatan yang diperlukan.

“Harapannya ya kalau bisa kedepan Pemerintah Daerah bisa membuka peluang pasar yang lebih besar untuk produk bawang merah lokal ini. Selama ini kami kesulitan pasarkan karena banyak yang datangkan dari luar. Sekarang ini baru agak laku karena kapal tidak masuk dan orang susah dapat bawang,” tutupnya. |TOB|AWI|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Sambut Idul Adha 1447 Hijriah, Bupati Kaimana Serah Bantuan 33 Ekor Sapi Kurban  

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Bupati Kaimana, Drs. Hasan Achmad, M.Si menyerahkan secara simbolis bantuan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *