
KAIMANANEWS.COM – Komisi B DPRK Kaimana, Selasa (4/8/2026) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kaimana.
Dalam pertemuan yang digelar di Ruang Komisi B dimaksud, pihak PMI menyampaikan aspirasi terkait beragam kekurangan yang dihadapi PMI Kaimana selama ini dalam mendukung kegiatan donor darah.
Ketua Komisi B DPRK Kaimana, Chandra Max Ronaldo Maipauw membenarkan hal ini. Ia mengatakan, PMI hadir untuk meminta DPRK Kaimana melihat persoalan ketersediaan darah di Kabupaten Kaimana melalui penyediaan fasilitas yang dibutuhkan.
“Dari PMI sendiri sudah melakukan tahapan-tahapan untuk punya UDD (Unit Donor Darah) yang langsung dimiliki oleh PMI untuk proses transfusi darah. Kalau kita lihat selama ini di Kaimana sering terjadi kekurangan darah karena memang PMI sendiri belum memiliki fasilitas yang memadai,” ungkap Chandra didampingi Ketua PMI Kaimana.

Dikatakan, selama ini hasil donor darah yang dilakukan PMI langsung diserahkan ke bank darah milik RSUD Kaimana. Sementara PMI sendiri tidak memiliki fasilitas penyimpanan untuk mengantisipasi permintaan tambahan dari RSUD. Hal ini menyebabkan kegiatan donor darah tidak dapat dilakukan secara berkesinambungan.
“Untuk itu, PMI mengharapkan kepada kita supaya bersama-sama pemerintah melihat adanya satu tempat yang bisa digunakan agar donor darah dan transfusi darah bisa berjalan. Selama ini hasil donor darah langsung dimasukkan ke RSUD karena hanya RSUD yang punya bank darah, sementara PMI tidak punya tempat untuk antisipasi tambahan permintaan. Tunggu nanti PMI melakukan kegiatan lagi baru ada penyetoran darah lagi,” ujar politisi Nasdem ini.
Ia berharap, Pemerintah Daerah melalui dinas terkait bisa melihat persoalan ini, mengingat permintaan darah dari RSUD untuk pasien yang membutuhkan belakangan ini semakin meningkat.
“Kita berharap melalui pertemuan ini, akan ada kerjasama dengan pemerintah, dalam hal ini dinas terkait untuk bagaimana bisa melihat fasilitas PMI di Kabupaten Kaimana. Kaimana hari ini sudah berbeda, banyak di media sosial keluarga-keluarga dari kampung minta donor darah untuk keluarganya yang sakit. Jadi mari kita sikapi ini secara serius,” pungkasnya. |isw|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik