Home / Opini / Peran Orang Tua Dalam Mendukung Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

Peran Orang Tua Dalam Mendukung Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

Bagikan Artikel ini:

Oleh: PETRUS EMBA ARROAN, ST 

MUATAN pembelajaran di masa pandemi Covid-19 sebaiknya berfokus pada kompetensi utama pada siswa yaitu materi semakin singkat, padat dan jelas, yang berfokus pada kompetensi inti, kompetensi dasar para siswa. Semua standar pencapaian kompetensi sebaiknya disederhanakan dan lebih fokus pada standar yang paling inti dan mendasar.

Di masa pandemi Covid-19 ini perlu juga disiapkan disain modul  belajar yang lebih menarik, lebih ramah dan juga perlu ada bagian dari orang tua dalam modul untuk berpartisipasi, misalnya disediakan kolom khusus dalam modul untuk tanggapan dan saran orang tua.

Program merdeka belajar akan menjadi bagian yang sangat penting untuk membangkitkan semangat  dan motivasi belajar peserta didik, sehingga di masa pandemi Covid-19 tidak terjadi miskin pembelajaran, melainkan akan muncul ide-ide yang kreatif dan inovatif  untuk memperkaya pembelajaran.

Kita berharap materi pembelajaran dimasa pandemi Covid-19 menyangkut hal-hal yang esensial saja, sehingga akan lebih memudahkan bagi guru bersama peserta didik dalam proses pembelajaran.

Sistem pembelajaran di masa pandemic Covid-19 mengalami perubahan yang signifikan. Sebelum masa pandemik Covid-19 kegiatan pembelajaran melibatkan interaksi langsung antara guru dan siswa ( tatap muka langsung antara guru dan siswa di kelas).

Dimasa pandemi sekarang ini, mengharuskan bahwa kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah tidak diperbolehkan. Sementara pembelajaran harus tetap berjalan/dilaksanakan. Situasi dan kondisi seperti ini hanya di mungkinkan dengan pembelajaran daring  bagi peserta didik.

Jika pembelajaran di masa Covid-19 tidak diatur dengan baik maka berpotensi muncul kesenjangan sosial yang besar diantara para peserta didik. Peran orang tua sangat dibutuhkan dalam menerapkan pembelajaran dari rumah, saat pandemi Covid-19 berlangsung.

Banyak orang tua merasa bahwa dengan pembelajaran di rumah dapat mempererat hubungan antara orang tua dan anaknya dan juga orang tua bisa mengetahui lebih dekat perkembangan anak.

Bicara soal edukasi yang persuasif, tidak semua orang tua bisa melakukan hal tersebut. Keadaan seperti ini seharusnya menjadi perhatian besar bagi orang tua, guru dan pemerhati pendidikan. Peran serta keluarga khususnya orang tua sangat berpengaruh pada perkembangan psikis anak di tengah pandemi covid-19 saat ini.

Oleh karena di butuhkan peran serta orang tua untuk mendampingi anaknya belajar dari rumah dan menggunakan komunikasi yang persuasif dalam menuntun, mengarahkan dan membentuk perilaku anaknya sehingga terarah dengan baik.

Bagi anak yang kurang pengawasan ketat dari orang tua akan berdampak pada kurangnya perhatian anak untuk belajar di rumah dan juga anak menjadi abai terhadap anjuran pemerintah untuk memutus mata rantai covid 19.

Baca Juga:  Peranan Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Menghadapi Generasi iGen

Dengan pembelajaran langsung dari rumah atau belajar dari rumah, maka sekolah harus menyiapkan sarana dan prasarana untuk pembelajaran ini. Tetapi kemampuan sekolah sangat terbatas, maka keterlibatan orang tua dan masyarakat sangat di perlukan.

Peran serta orang tua dan masyarakat sangat membantu sekolah untuk menyelenggarakan pembelajaran di masa pandemi ini. Kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu kurikulum nasional yang menekankan bahwa kunci keberhasilan pelaksanaan kurikulum terletak pada kerja sama yang baik antara guru, siswa dan orang tua/masyarakat.

Adanya pandemi Covid 19 ini tidak serta merta bahwa pembelajaran berhenti, tetapi ini menjadi tantangan baru bagi dunia pendidikan terutama kepada guru, dimana guru tidak hanya harus menjadi lebih kreatif, tetapi dituntut lagi, guru menjadi inovatif.

Tantangan saat ini adalah bagaimana pembelajaran di masa pandemi Covid-19 ini berjalan dengan baik dan  bisa mencapai pencapaian standar kompetensi minimal.  Ditengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat wabah virus ini, kerja sama guru, siswa dan orang tua sangat diperlukan untuk tetap semangat mengejar dan mengajar ilmu pengetahuan.

Tantangan pendidikan di masa Covid-19

Sistem pendidikan online bukanlah perkara yang mudah. Disiplin pribadi untuk belajar secara mandiri, ada fasilitas dan sumber daya yang harus disiapkan. Sistem pembelajaran online berpotensi terjadi kesenjangan sosial yang makin melebar, yang mengakibatkan potensi terjadinya angka putus sekolah semakin tinggi.

Dari data yang dijawab oleh orang tua dan siswa, pembelajaran dirumah dinilai masih bisa  membantu memberikan tambahan pengetahuan kepada peserta didik, walaupun tidak maksimal. Pembelajaran di sekolah atau dengan tatap muka memang masih jauh lebih efektif  dan lebih mudah diterima dan di pahami oleh para peserta didik.

Keterbatasan pengetahuan akan penggunaan teknologi menjadi salah satu kendala dalam sistem pembelajaran jarak jauh. Bagi orang tua siswa yang terbiasa menggunakan teknologi mungkin tidak menjadi masalah, tetapi bagi orang tua siswa yang awam akan penggunaan teknologi akan menjadi tantangan tersendiri dalam membimbing anaknya di masa pandemi covied-19 saat ini.

Orang tua membantu memberikan motivasi, selama siswa belajar dari rumah, karena himbauan pemerintah tentang bahaya dari virus covid-19, membuat banyak orang tua yang rela meluangkan waktunya untuk membantu proses pembelajaran anaknya dirumah.

Ada juga orang tua  merasa keberatan dengan dengan pembelajaran dari rumah. Alasan mereka bahwa akan menjadi beban bagi orang tua untuk mendampingi anak dalam belajar, membutuhkan waktu tambahan bagi orang tua, mengurangi aktivitas orang tua dan mungkin membatasi pergerakan orang tua untuk beraktivitas di luar rumah. Catatan : yang perlu diingat orang tua adalah orang tua di rumah bukan menggantikan semua peran guru di sekolah.

Baca Juga:  Politik Identitas dan Retorika Dalam Momentum Pilkada

Fakta menunjukkan bahwa pembelajaran di masa pandemi covid-19 ini, banyak berorientasi pada tugas. Materi di jelaskan secara singkat dan di berikan tugas lebih banyak, sehingga ada orang tua yang  merasa terbeban karena harus mendampingi anaknya untuk mengerjakan tugas yang banyak.

Tetapi tidak semua orang tua merasa keberatan dengan tugas yang banyak, malah mereka bersemangat untuk mendampingi anaknya di rumah untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.

Sebagian orang tua menilai bahwa melalui pembelajaran secara daring dari rumah dapat mempererat hubungan orang tua dengan anaknya, dan juga bisa melihat perkembangan anaknya dalam belajar. Pembelajaran dari rumah juga mewajibkan para guru dan siswa harus mengenal  dan mengikuti perkembangan teknologi.

Kebijakan dari pemerintah untuk belajar dari rumah (work from home), di butuhkan peran orang tua yang lebih besar sebagai pengganti peran guru sementara waktu.  Selama pembelajaran dari rumah ada juga kesadaran baru bagi orang tua, betapa beratnya mendidik dan mendampingi anak di rumah.

Kalau selama ini ada sebagian orang tua beranggapan bahwa mendidik dan mengajar anak  tidak berat dan hanyalah tanggung jawab guru maka di masa pandemi covid-19 ini, anggapan itu terbukti tidaklah tepat. Banyak orang tua mulai menyadari bahwa kunci sukses seorang anak berhasil  dalam bangku pendidikan, harus ada kerjasama yang baik antara peserta didik , guru dan orang tua.

Model pembelajaran di masa covid-19 haruslah benar-benar singkat. jelas dan bermakna. Pembelajaran yang singkat, jelas dan bermakna membutuhkan gagasan yang kreatif dan inovatif dari  kepala sekolah bersama dengan dewan guru.

Berbagai sarana prasarana harus di siapkan antara lain: sekolah menyiapkan jaringan internet, tersedianya computer yang memadai, buku perpustakaan maupun buku Elektronik yang bisa di download, dan penyiapan tenaga Sumber Daya Manusia/ meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan IT.

Semoga di masa pandemi covid-19 ini, tanggung jawab orang tua mendampingi anak semakin nyata, peran guru untuk mengajar dan mendidik anak semakin sungguh-sungguh dan motivasi peserta didik dalam belajar semakin tinggi. Mari kita berkomitmen mewujudkan pembelajaran yang berkualitas dan bermakna dalam upaya mewujudkan  pendidikan sebagai jembatan emas pembangunan.

*) Penulis adalah Kepala SMP Negeri I Kaimana, saat ini tengah mengikuti program perkuliahan S2 Magister Managemen Pendidikan pada Universitas Negeri Cenderawasih, Papua.   


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Pemilu Serentak 2024 dan Peran Lembaga Pengawas

Bagikan Artikel ini: Oleh : Klara Isabela Wisang PEMILIHAN Umum atau yang disingkat Pemilu merupakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *