
KAIMANANEWS.COM – Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian Kabupaten Kaimana melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sinkronisasi dan Optimalisasi Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) pada Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Kaimana.
Kegiatan yang dijadwalkan tiga hari, 15-17 Juli 2025 dengan melibatkan perwakilan OPD ini, dibuka secara resmi oleh Asisten I Setda Kaimana, Yacob Ahimsa Irre Warere, S.STP., M.M mewakili Sekda Kaimana, Selasa (15/7/2025).
Kepala Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian Kabupaten Kaimana, Taufik Wahyu Hidayat, S.E., M.M dalam laporannya menjelaskan, pemerintah saat ini sedang berhadapan dengan era revolusi digital, dimana SPBE adalah strategi utama untuk menciptakan layanan publik yang lebih baik, lebih cepat dan lebih transparan.
Untuk itu, pemerintah daerah perlu membangun kerangka kerja (framework) dan regulasi yang kuat untuk mendukung SPBE. “Ini mencakup penyusunan master plan SPBE, standar operasional prosedur (SOP) digital dan kebijakan yang mengatur keamanan cyber yang menjamin keamanan data,” ujarnya.
Taufik juga mengatakan, teknologi canggih saja tidak cukup, infrastruktur digital yang paling mutakhir sekalipun tidak akan berjalan maksimal tanpa sumber daya manusia yang kompeten. Kesuksesan implementasi SPBE sepenuhnya bergantung pada kesiapan dan kemampuan aparatur sipil negara dalam mengelola dan memanfaatkan teknologi ini.

“Inilah mengapa pelatihan ini sangat penting. Pelatihan SPBE bukan sekedar transfer pengetahuan teknis. Ini adalah investasi untuk meningkatkan kapasitas kita. Kita perlu membangun ASN yang adaptif yang mampu bekerja secara digital, terintegrasi dan berorientasi pada data,” ungkapnya.
Sementara Asisten I, Yacob Ahimsa Irre Warere mewakili Pemerintah Daerah menyampaikan terima kasih kepada Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian yang telah melaksanakan kegiatan ini, serta perwakilan OPD yang hadir dalam kegiatan Bimtek ini.
“Perlu bapak-ibu cermati bahwa penerapan SPBE di daerah sesuai amanat Perpres Nomor 95 Tahun 2018 berfokus pada beberapa tujuan utama yang selaras dengan arahan nasional,” ujarnya.
Diakui, pelaksanaan SPBE di daerah seperti di Kabupaten Kaimana seringkali menghadapi beberapa tantangan, terutama terkait dengan kesenjangan digital dan keterbatasan sumber daya, kesenjangan infrastruktur, keterbatasan anggaran dan SDM, serta resistensi terhadap perubahan.
Ia mengingatkan para peserta Bimtek bahwa, pelatihan ini adalah kesempatan emas untuk mempelajari sistem baru, memahami proses bisnis yang efisien dan yang paling penting melakukan transformasi mindset dari cara kerja konvensional menuju cara kerja digital.
“Saya berharap bapak ibu peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan penuh semangat dan disiplin. Jadikan pelatihan ini sebagai bekal awal untuk menjadi agen perubahan di unit kerja masing-masing. Ingatlah bahwa setiap keterampilan yang baru kita kuasai hari ini, akan menjadi pondasi bagi pemerintah yang lebih maju di masa depan,” pungkasnya. |isw|


KAIMANA NEWS Media Informasi Publik